www.AlvinAdam.com

WARTA 24 BANTEN

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

6 Busana Puteri Indonesia pada ajang Miss Universe 2017

Posted by On 10.26

6 Busana Puteri Indonesia pada ajang Miss Universe 2017

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani berpose saat tampil pada acara Menuju Miss Universe 2017 di Jakarta, Jumat (3/11).
Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani berpose saat tampil pada acara Menuju Miss Universe 2017 di Jakarta, Jumat (3/11).
© Muhammad Adimaja /Antara Foto

Bunga Jelitha Ibrani, Puteri Indonesia 2017, akan membawa nama Indonesia ke ajang Miss Universe 2017. Malam final dijadwalkan berlangsung 26 November 2017 di The AXIS, Planet Hollywood Las Vegas, Amerika Serikat.

Bunga dibekali sejumlah busana dari batik, gaun malam, kebaya, hingga kostum unik yang akan dikenakan pada ajang kontes kecantikan tingkat dunia. Busana-busana tersebut telah dipamerkan saat peragaan busana jelang keberangkatan Bunga ke Las Vegas.

Berikut enam busana rancangan desainer tanah air yang akan digunakan Bunga pada malam final Miss Universe 2017:

Rinaldy A Yunardi

Pada kompetisi Best National Costume, Bunga akan menggunakan busana bertema orang utan karya Rinaldy A Yunardi. Kostum bertajuk "Warrior of Orang Utan" ini diakui sang desainer terinspirasi dari baju ksatria perang.

Untuk bahan, kostum ini terbuat dari kertas daur ulang yang kemudian disulam menyerupai anyaman rotan. Makna dari busana ini melambangkan kekuatan adat dari suku Dayak di Kalimantan yang hidup selaras dengan alam dan hutan.

Juga ada ornamen Kalimantan yang melambangkan kekokohan serta pejuang untuk melindungi orang utan dan hu tan Kalimantan.

Sang perancang busana menambahkan detail wajah orang utan pada bagian belakang kepala yang bermakna bahwa mereka membutuhkan pertolongan dan perlindungan dari manusia untuk bertahan hidup dengan tidak merusak habitat mereka di hutan.

Untuk aksesori lain, Bunga akan menggunakan perhiasan gelang dengan sepatu hingga lutut menggambarkan tameng dan kesiapan seorang ksatria untuk berjuang membela dan melindungi habitat orang utan dari pihak yang tak bertanggung jawab.

Intan Avantie

Intan Avantie membuat kebaya dari kain tradisional Jawa seperti batik sogan kawung kembang setaman dengan gaya etnik. Kebaya ini kaya detail dari atas hingga bagian rok panjang.

Kebaya dengan potongan asimetris ini memiliki warna tanah, cokelat tembaga, dan keemasan, memberikan sederhana tetapi tetap dinamis.

Ivan Gunawan

Gaun yang dirancang Ivan Gunawan ini bernama "Bungo Cino" yang dibuat dengan bahan dasar songket Palembang dengan motif Bungo Cino.

Filosofi dari gaun ini adalah melambangkan keanggunan seorang perempuan serta kelembutan yang menebarkan keharuman layaknya setangkai bunga yang mekar.

Pemilihan warna oranye keemasan adalah untuk menonjolkan karakter Bunga Jelitha yang melambangkan ciri khas perempuan Indonesia yang hangat, bersemangat serta simbol dari petualangan, optimisme, percaya diri, dan kemampuan bersosialisasai.

"Saya ingin mengangkat songket Palembang agar dikenal dunia. Jadi tidak hanya batik, Bunga juga akan pakai gaun dengan bahan songket Palembang. Dibuat simpel sehingga tetap nyaman dipakai," ujar Ivan Gunawan.

Yogie Pratama

Powerful Red adalah tema yang diangkat Yogie Pratama pada gaun merah yang akan digunakan Bunga. Karya ini terinspirasi dari sosok perempuan yang berani, tegas serta penuh percaya diri.

Yogie membuat gaun cocktail merah ini dengan detail lipit pada bagian ba wah serta taburan detail bunga pada bagian atas untuk menambahkan unsur manis sekaligus feminin.

Andreas Odang - Magical Flower

Gaun pajang motif bunga ini dibuat oleh Andreas Odang dengan menggunakan bahan syfon. Warna hijau melambangkan kesuburan akan tanah Indonesia. Sedangkan warna merah mudah pada kelopak bunga menggambarkan keanggunan, serta sikap ramah dan lembut perempuan Indonesia.

Iwan Tirta - Dewaraja

Bunga Jelitha juga hadir mengenakan busana batik karya Iwan Tirta yang bertajuk Dewaraja sebagai bagian dari upaya dalam melestarikan warisan batik.

Busana ini memiliki motif poleng hitam putih dan motif mandala, yaitu motif seperti doa dan sempurna cahaya.

Koleksi ini terinspirasi dari sejarah kerajaan kuno di Indonesia, dari Majapahit hingga Bali yang didokumentasikan dengan cermat dalam kepustakaan motif Sang Maestro, Iwan Tirta.

Sumber: Google News | Warta 24 Bungo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »