WARTA 24 BANTEN

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pemkot Serang FGD Bangun Kembali Keraton Surosowan

Posted by On 04.01

Pemkot Serang FGD Bangun Kembali Keraton Surosowan

Dalam memaksimalkan penataan revitalisasi dan adaptasi Kawasan Banten Lama, Bappeda Kota Serang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna memperoleh masukan untuk penyempurnaan tentang Rencana Induk, rekontruksi/replikasi Keraton Surasowan, dan Badan Pengelola Kawasan Banten Lama, Senin (27/112017) bertempat di Le Dian Hotel Serang.

Haerul Jaman, Walikota Serang dalam sambutannya berharap wisatawan datang ke Kawasan Banten Lama tidak hanya berziarah saja, tapi bisa singgah di beberapa titik potensi wisata di kecamatan kasemen.

“Dengan dilakukannya penataan kawasan cagar budaya banten lama, harapannya bisa mengangkat potensi-potensi di kawasan Kecamatan Kasemen, dan hasil FGD hari ini bisa diterapkan dalam kawasan cagar Budaya Banten Lama,” jelas Jaman.

Joko Dwiyanto, Dosen Arkeologi UGM pemateri pertama menjelaskan terkait dengan koordinasi antar kabupaten Kota yang menaungi kawasan Banten lama, yang salah satu situsnya yaitu Situ Tasikardi masuk dalam kawasan Kabupaten Serang, jadi dalam pengelolaannya dapat mengacu pada konsep Culture Area, yaitu deliniasi yang apabila dalam penerapannya terdapat lebih dari satu kabupaten kota maka dapat dikembangkan oleh provinsi,” jelas Joko.

Dalam pengembangannya, akan memperhatikan Sustainable Culture Resource, Good Governance, dan Historic Urban heritage approach. Dari tujuh destinasi, yaitu Keraton Surasowan, Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, Benteng Spelwijk, Pelabuhan Karangantu, Situ Tasikardi, dan Vihara Avalokitesvara. Situ tadikardi perlu dimasukkan dalam lingkup wilayah kajian walaupun secara administratif masuk dalam kabupaten Serang, yang kondisinya saat ini pengindelan merah dan putih masih terawat, namun pengindelan emas cukup memprihatinkan.

Pemateri kedua, Krisno Yulianto, Dosen UI menjelaskan bahwa proses pengembangan sudah masuk tahap kedua, tahap pertama tentang amdal dan dokumen, di tahap kedua rekonstruksi Keraton Surasowan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai kondisi dan perkembangan sejarah berdirinya keraton surosowan dengan menampilkan gambaran visual 3D tentang Keraton Surosowan.

Berdasarkan dokumen-dokumen sejarah yang ada, Keraton Surosowan dihancurkan pada masa Gubernur Jenderal Herman Deandels pada tahun 1808 memerintahkan untuk menghancurkan Keraton surasowan.

Proses upaya perekaman dan rekonstruksi Visual dilakukan menggunakan teknik akuisisi data. Hasil perekaman 3D diproses menggunakan sofware yang ada, dan direkonstruksi berdasarkan sumber sejarah lalu dihubungkan dengan survei dan eskavasi lapangan.

Gandung Ismanto, Dosen Fisip Untirta yang menjadi pemateri ketiga, menjelaskan tentang pembentukan badan pengelola Kawasan Cagar Budaya Keraton Kesultan an Banten.

Dalam pasal 97 Uu no 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya tentang Badan pengelola Kawasan Cagar Budaya Keraton Kesultanan Banten dan dalam UU no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan telah diamanatkan.

Dalam sesi tanya jawab, Mukoddas Syuhada, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten berharap agar Badan Pengelola yang nanti akan dibentuk agar langsung dibawah otoritas Pemerintah dengan mencontoh pada pengelolaan di Batam dan Danau Toba selain itu Mukoddas meminta agar jangan ada pembangunan yang tidak sesuai dengan kaidah atau konsep kawasan cagar budaya yang ada, seperti pembangunan terminal atau jalan yang tidak ada dalam kajian.

Didin Saprudin, mewakili Forum Rembuk Surosowan kesultanan Banten (FRSKB) berharap agar dalam revitalisasi ini setiap stakholder yang ada, termasuk pemangku kepentingan diturutsertakan seperti dari kesultanan Banten yang masih eksis berdiri serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap proses pembangunan kembali kawasan Cagar Budaya Kesultanan Banten.

Didin Saprudin mengucapkan terima kasih kepada sekretariat Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yg sudah memfasilitasi kesultanan Banten dalam fasilitas kerjasama antar instansi (FKAI) kemendikbud. “Mudah-mudahan kerjasama ini terus berjalan termasuk revitalisasi yg siap kami kawal,” pungkas Didin.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Firdaus Gozali yang ikut hadir dalam FGD ini menjelaskan bahwa sebagai Legislatif Lebih menyoroti arah kebijakan Pemerintah daerah dalam hal ini Kab/ Kota Serang mengingat kawasan cagar budaya keraton Surosowan kesultanan Banten berada dalam wilayah administratif kab/kota Serang.

“Namun sayang ketika Pemerintah melaksanakan proses penyusunan Rencana Induk tsb tidak memaksimalkan keterlibatan stakeholder, walaupun tadi sempat dilaksanakan kegiatan Focus Discusion Group dg Pembahasan Rencana Induk Penataan Kawasan Cagar Budaya Banten Lama, Rekonstruksi/Replika Keraton Surosowan dan Badan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Banten Lama berjalan tidak efektif dan tidak konstruktif, karena waktu yg disediakan u/ berdiskusi sangat pendek. Sehingga terkesan kegiatan tersebut hanya seremonial dan formalitas saja dari Pemkot,” tegas Firdaus.

Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten H. Hasuri berharap Polemik di Banten Lama, bukan hanya sebatas konflik internal tapi sudah meluas kemana-mana. Maka dari itu Pemerintah harus punya kemauan politik untuk menyelesaikannya (Political Will). Kalau itu tidak dilakukan maka akan menghambat rencana pemerintah dalam program penataan kawasan Banten Lama.

Ki Pitong, dari FRSKB menyayangkan kegiatan FGD ini tidak mengundang semua stakeholder, contohnya, Lembaga Pemangku Adat, Patrah, pihak kenadziran, pimpinan DPR pun tidak diundang, Sultan Banten Syarief Muhammad Ash-Shafiuddin/atau Ketua Trah Shafiuddin sebagai Sultan Banten berdaulat terakhir, kesemuanya itu wajib diundang di acara Penting FGD ini. acara FGD ini kur ang efektif dan terlihat hanya seremonial saja,” ungkap Ki Pitong. (Ed)

Baca Juga:

  1. Festival Surasowan Menyisakan Masalah
  2. Wagub Andika Dukung Yayasan UNPAM Bangun Kampus di Serang
  3. Pusat Studi Peperangan Asimetrik Unhan Gelar FGD Terorisme
  4. Mediasi Lanjutan, Pengacara Sultan Banten Tuding Penggugat tak Serius
  5. WH Puji SMKN 2 Kota Serang Bangun Masjid Senilai Rp 1,9 M
Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Serang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »